Sabtu, 27 April 2019

Melihat Penampilan Durian Termahal yang Terjual Rp682 Juta


Baru-baru ini sebuah durian berhasil terjual di Festival King of Durian 2019, Thailand. Buah tersebut laku dengan harga $48 ribu atau sekitar Rp682 juta dan menjadi buah durian termahal di dunia saat ini.

Dilansir dari laman Chanel News Asia, durian termahal itu berasal varietas kanyao. Kehadirannya telah menarik perhatian puluhan pecinta durian yang hadir di Nonthaburi saat itu. Acara menampilkan setidaknya sembilan durian yang dibawakan para model di atas bantal beludru merah dan emas. Durian itu terdiri dari jenis Montong, Kanyao, dan Kop Med Tao yang masing-masing seharga lebih dari 300 ribu baht atau setara Rp136 juta.


Panitia menyatakan durian termahal itu dipanen sehari sebelum lelang berlangsung dari sebuah perkebunan dengan harga minimum 20 ribu baht atau setara Rp9 juta. Durian kanyao yang memiliki ukuran, bentuk, dan tingkat kematangan sempurna mengalahkan rekor durian termahal sebelumnya yang bernilai 800 ribu baht atau setara Rp363 juta.


Pemilik kebun durian kanyao, Pa Toi Lung Mu, Maliwan Han Chai Tai mengaku sudah menduga durian hasil produksinya merupakan buah yang spesial. Namun, ia tak menyangka harganya menjadi sangat tinggi.

"Saya memprediksi harganya satu juta baht, jadi ketika terjual lebih tinggi, itu sangat baik," ujarnya.

Ia berharap penawar yang berhasil mendapatkan durian mahal itu bisa menikmatinya. "Varietas ini [kanyao] paling sedap di dunia dan kami akan terus menumbuhkannya."


Durian kanyao yang termahal di dunia itu berhasil didapatkan seorang pengusaha lokal kaya. Sejumlah 4,5 juta baht atau sekitar Rp2 miliar berhasil dikumpulkan dari pelelangan tersebut.

Selanjutnya, uang yang terkumpul akan diserahkan kepada para petani serta didonasikan untuk membeli peralatan kesehatan untuk rumah sakit.

Sabtu, 20 April 2019

Peneliti Temukan Hubungan Antara Meningkatnya Kasus Autisme dengan Makanan Olahan


Jenis makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat saat ini sudah jauh berbeda dibanding pada masa lalu. Pada saat ini, konsumsi makanan olahan sudah jauh meningkat dibanding pada masa lalu.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi makanan olahan berhubungan dengan peningkatan autisme. Dilansir dari Medical Daily, saat ini peneliti sudah selangkah lebih dekat dalam menemukan hubungan makanan yang dikonsumsi ketika hamil dengan perkembangan otak janin.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mencoba menemukan perubahan molekular yang terjadi pada sel otak yang disebabkan kandungan asam dalam jumlah tinggi seperti yang biasa ditemukan di makanan olahan. Peneliti menemukan bahwa tingkat asam propionik (PPA) yang tinggi dan biasa digunakan untuk memperlama daya tahan makanan olahan seperti pada keju dan roti, menurunkan perkembangan neuron pada otak janin.

Saleh Naser, salah satu peneliti pada temuan ini melakukan studinya setelah menemukan laporan bahwa anak autis sering menderita masalah pencernaan seperti sindrom iritasi perut. Dia mencoba melihat apakah ada hubungan antara usus dan otak. Lebih lanjut, dia mulai mempelajari bagaimana bakteri di usus cukup berbeda antara orang-orang yang mengalami autisme dengan mereka yang tidak mengalami hal ini.

"Penelitian telah menunjukkan tingkat PPA yang lebih tinggi pada sampel kotoran anak-anak yang memiliki autisme serta mikrobioma usus mereka juga cukup berbeda. Saya ingin mengetahui hal apa yang menyebabkan ini," jelas Naser.

Di laboratorium, peneliti menemukan bahwa terjadi paparan terhadap sistem sel saraf otak hingga sel PPA otak yang cedera secara berlebihan melalui berbagai cara. Pertama, kandungan asam mengganggu keseimbangan alami antara sel otak dengan mengurangi jumlah neuro dan memproduksi sel glial secara berlebihan.

Walaupun sel glial membantu mengembangkan dan melindungi fungsi neuron, terlalu banyak sel gial mengganggu hubungan antara neuron. Hal ini juga menyebabkan peradangan yang biasa muncul pada otak anak yang memiliki autisme.

Jumlah asam yang berlebihan juga memperpendek dan mencederai jalur yang digunakan neuron untuk berkomunikasi dengan bagian lain tubuh. Kombinasi dari menurunnya neuron serta cedera pada jaringan ini membuat kemampuan otak untuk berkomunikasi menurun dan menghasilkan perilaku yang muncul pada anak yang memiliki autisme. Hal ini termasuk perilaku berulang, masalah mobilitas, serta ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Minggu, 14 April 2019

Festival Barongsai Karimun Diusulkan Masuk CoE 2020 dan Jadi Event Dunia


Lompatan besar akan dilakukan Festival Barongsai Karimun. Festival ini akan dinaikkan statusnya sebagai event dunia di tahun 2020. Tidak hanya itu, Festival ini akan diupayakan masuk Top 100 Calendar of Event (CoE). Untuk mendukung target, beragam skenario sudah disiapkan dari Festival Barongsai 2019.

Penyelenggaraan Festival Barongsai 2019 digelar 26-27 April. Lokasinya ada di Panggung Rakyat Puteri Kemuning, Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Event tersebut sudah masuk tahun ke-3. Tahun ini, Festival Barongsai 2019 masuk kalender tahunan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Ahun depan, jumlah akan ditambah.

Festival Barongsai terus berkembang. Progressnya sangat positif dari tahun ke tahun. Untuk itu, kami akan dorong Festival Barongsai agar masuk CoE tahun depan. Kami membutuhkan banyak event skala nasional untuk mendukung pergerakan wisman. Festival Barongsai levelnya juga akan dinaikan menjadi dunia, ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kepri Boeralimar, Sabtu (27/4).

Tahun ini, Festival Barongsai 2019 mampu menghadirkan sekitar 157 orang wisatawan mancanegara. Mereka berasal dari 7 tim peserta festival dengan paspor Malaysia dan Singapura. Tahun ini total ada 14 tim yang bertanding dan 50% diisi peserta mancanegara. Festival Barongsai 2019 sudah memenuhi regulasi CoE. Namun, event ini harus menjalani proses kurasi ketat.

Target wisman dari peserta Festival Barongsai 2019 terpenuhi. Event tersebut bagus untuk menarik arus wisman dari Singapura dan Malaysia. Festival Barongsai memiliki potensi besar berkembang pada masa depan. Kami akan dukung agar Festival Barongsai tetap eksis dan jadi magnet penarik wisman yang kuat, terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Mendukung sebagai event kelas dunia, postur Festival Barongsai Karimun akan digelembungkan tahun depan. Penambahan peserta, khususnya asing, akan dilakukan pada 2020. Jumlah dari peserta Singapura dan Malaysia masing-masing akan didorong 20 tim. Komposisi negara peserta juga ditambah Thailand dan Hong Kong. Pun demikian dengan slot domestik.

Minat besar ditunjukan oleh beberapa wilayah terkait penyelenggaraan Festival Barongsai. Pontianak, Medan, Pekanbaru, dan Padang sebenarnya sangat antusias bergabung. Namun, skenario ini ditunda karena keterbatasan anggaran.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menjelaskan, maksimalisasi treatment bisa dilakukan untuk Festival Barongsai 2020.

Optimalisasi penyelenggaraan bisa dilakukan untuk event tahun depan. Kalau skala event dinaikan dan slot peserta dibuka lebih lebar, arus wisman pasti semakin kuat. Untuk itu, mari fokus mengembangkan Festival Barongsai agar semakin potensial di masa mendatang, jelas Dessy.

Anggaran besar sudah direncanakan untuk 2020. Stakeholder pariwisata Kepri akan menaikan bujet penyelenggaraan Festival Barongsai 2020 menjadi sekitar Rp800 Juta. Jumlah tersebut naik 2 kali lipat dari anggaran event 2019 dengan nilai Rp400 Juta. Dana diambilkan dari APBD Provinsi Kepri.

Keseriusan dimiliki stakeholder pariwisata Kepri dan Karimun untuk mengoptimalkan posisi Festival Barongsai. Bila festival ini tumbuh optimal, otomatis ada banyak value yang dihasilkan. Ada keuntungan ekonomi yang dinikmati masyarakat Karium dan Kepri secara langsung, papar Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.

Penguatan event dibutuhkan Festival Barongsai. Sebab, event tersebut potensial sebagai donatur wisman sebagai pendukung capaian target. Pada 2019 ini, Kepri memiliki target wisman sekitar 4 Juta. Kran pemenuhan target dibebankan Batam sebanyak 2,4 Juta wisman. Bintan dibebani 700 Ribu wisman, lalu 150 wisman dari Karimun. Tanjungpinang dikenai beban 200 Ribu dan sisanya ditutup daerah lain.

Misi besar juga diusung oleh pariwisata Kepri dalam 2 tahun mendatang. Kepri membidik posisi 2 sebagai penyuplai wisman terbesar Indonesia pada 2021.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun menegaskan, support besar akan diberikan bagi pariwisata Kepri dan Karimun. Sebab, destinasi tersebut strategis menarik wisman khususnya dari Singapura dan Malaysia.

Kepri dan Karimun ini statusnya crossborder. Geografisnya itu dekat dengan Singapura dan Malaysia. Aksesibilitasnya juga bagus karena ada Kapal Ferry yang langsung masuk ke Karimun. Amenitas dan atraksinya bagus, seperti Festival Barongsai ini. Kami tentu akan terus memberikan support agar industri pariwisata di sana semakin berkembang, tutup Menpar.

Minggu, 07 April 2019

Di Keerom, @Wadomu Art Ajak Wisatawan Go Green


Kampanye go green terdengar di Festival Crossborder Keerom 2019. Penggeraknya adalah @Wadomu Art. Berbagai limbah dan sampah didaur ulang menjadi karya kreatif oleh @Wadomu Art. Selain artistik, karya inovatif rumah industri asal Entrop, Jayapura, Papua, memiliki nilai ekonomi sangat tinggi.

Festival Crossborder Keerom 2019 telah selesai digelar 3-5 Mei 2019. Di ajang itu, @Wadomu Art menempati booth 23. @Wadomu Art terlihat menonjol. Ada beragam souvenir yang didisplay di sana. Sebagian besar dibuat dari daur ulang limbah pinang dan kelapa. Teknik pembuatannya secara tradisional dengan tingkat kerumitan tinggi.

Booth @Wadomu Art juga dilengkapi taman kecil lengkap dengan bunganya. Wajar bila galeri ini terpilih jadi Booth Terbaik Festival Crossborder Keerom 2019. Apalagi di booth, pengunjung juga bisa melihat dan belajar pembuatan souvenirnya.

Owner @Wadomu Art Beny Rumbiat mengatakan, produk kreatifnya ramah lingkungan.

"Semua produk kreatif kami sangat ramah lingkungan. Sebab, bahan bakunya diambil dari limbah yang ada di sekitar rumah. Semuanya kami kumpulkan. Dengan sedikit sentuhan, limbah-limbah ini diubah menjadi souvenir. Produknya mencirikan keunikan dan kekhasan budaya Papua," kata Beny, kemarin.

Ada banyak karya kreatif yang didisplay oleh @Wadomu Art di Festival Crossborder Keerom 2019. Dari yang terlihat sederhana hingga rumit. Dikembangkan dari limbah pinang, karya artistik berupa bunga pun dihasilkan. Caranya, kulit pinang dibusukan lalu diputar balik. Berikutnya dicuci bersih memakai sabun baru diberi pemutih biar terlihat cerah. Tahap akhir diberi pewarnaan dan dirangkai.

Dengan sedikit treatment, karya ini dibanderol Rp40 Ribu per tang kainya. Setiap tangkai hanya terdiri dari 4-5 buah bunga daur ulang limbah pinang. Nilai ini berlipat-lipat dari penjualan buah pinang pada umumnya.

Dalam setumpuk buah pinang segar dengan isi lebih dari 5 hanya dihargai Rp10 Ribu. Dan, @Wadomu Art sudah membagikan ilmunya di wilayah Yoka, Jayapura, melalui pelatihan khusus.

"Value sebuah benda akan berubah naik bila sudah mendapatkan treatment, diantaranya seni. Apa yang ditampilkan oleh @Wadomu Art bisa menjadi rujukan. Selain manfaat ekonomi, di situ juga ada misi lingkungan yang mulia. Bila limbah dimanfaatkan ulang, otomatis beban lingkungan berkurang," terang Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Selain pinang, @Wadomu Art juga memanfaatkan sampah kelapa. Dikembangkan dari kelapa hibrida, limbah ini diolah menjadi souvenir unik. Bentuknya menyerupai wajah lengkap dengan mata, hidung, mulut, dan asesoris etnis di kepalanya. Produk souvenir limbah kelapa dihargai minimal Rp50 Ribu per pax. Lebih lanjut, mereka juga mengembangkan penjepit rambut dari sisa pipa pvc.

Bentuknya unik dengan motif Burung Cenderawasih. Motifnya diberi warna cerah dan dikombinasikan dengan tusuk berhias sirkam bambu.

Menariknya rantai tusuk dan sirkan bambu tidak disambun. Tapi, memakai bambu utuh. Memanfaatkan bahan alam, ada juga penjepit rambut dengan hiasan buah pinang dan sirih. Varian ini dilengkapi sirkam bambu.

Teknik ini juga digunakan dalam souvenir Sisir Rantai-Motif Patung. Karya tersebut dibuat dari bahan baku utama bambu dan limbah kelapa hibrida. Bambu yang digunakan jenis Cina atau Petung dengan karakter tebal. Menariknya, rantai bambu juga dibuat tanpa sambungan. Teknik rumitnya pun membuat karya Sisir Rantai-Motif Patung dihargai Rp300 Ribu per pax.

"Karya kreatif dari @Wadomu Art sangat layak menjadi cenderamata terbaik. Semuanya itu dikerjakan secara tradisional dengan teknik tinggi. Membuat rantai dengan bambu tanpa sambungan tentu tidaklah mudah. Inilah keunikannya," ungkap Ricky lagi.

Selain produk tersebut, @Wadomu Art juga menyediakan gantungan kunci pinang atau sirih. Harga dari item tersebut Rp20 Ribu hingga Rp25 Ribu. Meneruskan tradisi Papua, mereka juga menawarkan Noken. Varian Noken terdiri dari rajutan dan anyaman. Keduanya dikembangkan dari kulit pohon melinjo. Bagi Noken rajutan, maka yang diambil seratnya. Kulit akan dipotong tipis untuk membuat Noken anyaman.

"Souvenir yang ditampilkan di Festival Crossborder Keerom 2019 sangat lengkap. Semuanya menjadi representasi kekayaan budaya Papua. Jenisnya sangat banyak, termasuk lukisan dari kulit kayu. Noken memang khas Papua. Karya @Wadomu Art juga bisa diakses dari Festival Crossborder Skouw 2019 karena galeri mereka ada di Jayapura," papar Kabid Area IV Pemasaran I Regional III Syukurni.

Menegaskan misi lingkungan, mereka menawarkan kerajinan Mahkota Papua bermotif Cenderawasih. Namun, Burung Cenderawasih dikembangkan secara imitasi. Memakai kain kaca asal Bali dengan bulu imitasi, Mahkota Papua ini tidak kalah dari aslinya. Bahkan, warnanya lebih cerah dengan mata burung terbuka. Identik dengan aslinya, karya ini tetap dibanderol tinggi hingga Rp3 Juta.

Dengan beragam karya unik dan kreatif, produk @Wadomu Art menyebar di beberapa daerah. Pasarnya di Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang. Produknya bahkan diminati wiatawan asal Italia dan Australia. Bila berminat silahkan datang ke galeri @Wadomu Art di Pasar Rakyat, Entrop, Jayapura Selatan. Bisa juga secara online melalui Instagram wadomu_art dan nomor 082198930558.

"Craft asal Papua memang sangat beragam dan unik. Dikembangkan dari limbah, @Wadomu Art sangat menginspirasi. Mereka juga mau membagikan pengetahuannya. Sembari memilih cenderamata, kita pun bisa belajar teknik pembuatan dan pengolahan bahan bakunya. Semoga ada banyak value yang didapat wisatawan bila berkunjung ke sana," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.