Sabtu, 25 Mei 2019

Ada Sepenggal San Fransisco di Jembatan Barelang


Sejak Batam punya jembatan Barelang seperti Golden State di Amerika Serikat, pamor Border area itu menanjak tajam. Ada landmark yang gampang diingat. Tampilan eye catching yang instagramable. Turis jadi banyak yang datang. Semua berlomba mengabadikan jembatan yang menghubungkan Batam-Rempang dan Galang itu.

Agenda Famtrip Pasar Filipina yang digelar Kemenpar dan KBRI Manila juga tak ingin melewatkan Barelang. Sebanyak 11 travel perjalanan wisata Filipina ingin melihatnya dari dekat. Mengabadikannya dari berbagai sudut.

"Mirip yang ada di San Fransisco ya. Bagus. Namanya juga gampang diingat. Barelang!" tutur Ma Carmalita Martinez, seller Jamila Ticketing Agency Filipina.

"Saya suka panoramanya. Saat sunset bagus. Pasti akan saya posting di akun pribadi saya" timpal Marlene Peatta, seller Marley's Travel and Tours Filipina

Ucapan dua sellers itu memang sesuai fakta. Sekilas, Jembatan Barelang terlihat mirip Golden Gate di San Fransisco. Ada sling-sling baja yang mengaitkan dari bawah sampai atas. Polanya membentuk garis miring. Tampilannya terlihat sangat klasik.

"Itu landmark Kota Batam. Ini akan mengingatkan sellers Filipina betapa asyiknya wisata mengejar matahari di negeri tropis dari Barelang," tutur Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Sebagai destinasi yang berdekatan dengan Singapura,, Batam sukses menawarkan kisah tentang jembatan sepanjang 642 meter yang gampang diingat. Kisahnya seperti sepotong San Fransisco di Indonesia.

Jembatan Barelang juga terlihat begitu menawan dengan latar belakang pemandangan laut yang berwarna biru dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya.

Yang hobi fotografi, di sinilah surganya. Seluruh sudut sangat layak foto. Kanan-kiri, atas-bawah, semuanya sangat eye catching. Belum lagi panorama saat sunset. Dari kamera hape sekalipun, hasilnya sudah sangat layak posting di sosial media

"Lanskap di Kota Batam, tidak hanya indah di pandang. Tetapi indah juga di kamera. Silakan datang dan abadikan semua momen di Barelang," timpal Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauziyani yang diamini Kabid Pemasaran Area Sulawesi dan Filipina Kemenpar Ni Putu Gayatri.

Apresiasi ikut dilayangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurut Arief, pengalaman tadi memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para peserta famtrip dari Filipina.

"Ini sangat bagus Mengenalkan apa yang menjadi identitas Batam. Jangan lupa, momentum kerennya sebarkan di sosial media seperti seller Filipina," kata Menteri yang sukses membawa Kemenpar menjadi The Best Ministry Tourism 2018 se-Asia Pasifik itu.

Sabtu, 18 Mei 2019

Di Halal Bihalal Ikawangi, Menpar Sebut Banyuwangi On The Track


Keputusan Banyuwangi menjadikan pariwisata sebagai leading sector, dinilai sudah sangat tepat. Sebab, Banyuwangi memiliki potensi alam yang sangat luar biasa. Begitu juga dengan potensi budayanya.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri Gebyar Seni Budaya Banyuwangi dan Halal Bihalal Ikawangi Pusat Jakarta 2019.

Kegiatan ini diselenggarakan di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Sejumlah artis beken kelahiran Banyuwangi tampil dalam acara tersebut. Mereka adalah Fitri Carlina, Ninik Carlina, Danang KDI, Yenny Farida dan Sumiati Kendang kempul Legendaris, serta Nova.

Menurut Menpar Arief Yahya, Banyuwangi sudah pada track yang benar. Apalagi, pariwisata adalah masa depan bangsa. Pariwisata sedang berproses menjadi peringkat pertama penyumbang devisa terbesar buat keluarga.

"Saya tidak khawatir dengan Atraksi Banyuwangi. Karena, Budaya dan Alam Banyuwangi memiliki modal besar untuk menjadi yang terbaik di dunia. Banyuwangi sudah ditetapkan sebagai Kota Festival Terbaik di Indonesia. Karena, memiliki jumlah festival yang sangat banyak. Banyuwangi juga memiliki Ijen dengan Blue Fire nya. Destinasi yang tidak dimiliki daerah lain," paparnya.

Namun, mantan Dirut PT Telkom itu menilai Banyuwangi masih harus melakukan pembenahan. Masih ada beberapa kelemahan yang harus ditutupi.

"Salah satu kelemahan Banyuwangi adalah Akses. Untuk akses darat, jalan tol direncanakan akan beroperasi pada tahun 2021. Untuk Bandara Banyuwangi, sudah memiliki status bandara international. Namun, secara fisik masih harus ditingkatkan kualitasnya. Apalagi, jika Banyuwangi ingin mendatangkan lebih banyak wisatawan," paparnya.

Sebagai akses udara, pembangunan Bandara Banyuwangi masih terus dilakukan. Pelebaran Apron sudah jadi sebelum IMF-World Bank Meeting. Dari sebelumnya 3 parking stand narrow body, sekarang Bandara Banyuwangi punya 9 narrow body.

Tidak hanya itu, pelebaran Runway juga turut dilakukan. Lebar runway yang sebelumnya 30 meter, kian diperluas menjadi 45 meter, progress 70%, target selesai Juli 2019. Perpanjangan Runway juga dilakukan. Dari 2250 meter menjadi 2500 meter, target selesai Desember 2019.

"Mungkin masih ada kendala di pembebasan lahan. Namun, Pemkab Banyuwangi harus ikut membantu menyelesaikan masalah lahan. Agar bandara benar-benar siap tidak ada kendala," ujarnya.

Untuk Amenitas, Menpar Arief Yahya menyatakan siap hadir pada Ground breaking Hotel Bandara Internasional Banyuwangi dan Ground breaking Food Court Warung Ijen. Atau, ketika pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada 27 Juli 2019 mendatang.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung, menilai Banyuwangi sudah menjelma menjadi destinasi papan atas Indonesia.

"Banyuwangi sangat lengkap. Atraksi budayanya digelar hampir sepanjang tahun. Hampir setiap pekan. Belum lagi kekayaan destinasi yang luar biasa. Selain Ijen, mereka juga punya Taman Nasional Baluran, deDjawatan, dan masih banyak lagi. Semuanya berkualitas," tutur Adella.

Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan juga menyatakan hal yang sama.

"Banyuwangi bukan hanya menjadi penopang buat Bali. Tapi sudah menjadi destinasi. Menjadi pilihan banyak wisatawan. Hal ini tidak terlepas dari komitmen kepala daerahnya yang sangat concern dengan pariwisata," tambahnya.

Sabtu, 11 Mei 2019

Festival Budaya Isen Mulang 2019 Ditutup Manis dengan Penampilan Fitri Carlina


Artis Dangdut Fitri Carlina sukses menutup rangkaian Festival Budaya Isen Mulang 2019. Acara yang berlangsung di Bundaran Besar Palangka Raya ini penuh dengan ribuan pengunjung yang hadir sejak sore hari.

Mengawali penampilannya dengan lagu andalan ABG Tua, pedangdut asal Banyuwangi itu tampil energic dan memukau. Sejumlah fans tampak histeris dan berkali-kali memanggil nama idolanya. Sebagian penonton bahkan hanyut dalam alunan musik, hingga turut berjoget mengikuti irama.

Lebih dari sepuluh lagu dinyanyikan Fitri Carlina. Dalam setiap jeda, ia aktif mengajak penonton untuk meneriakkan slogan atau branding dari Kementerian Pariwisata; Pesona Indonesia, Wonderful Indonesia. Tak lupa, Fit-Car juga mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Festival Isen Mulang 2019.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Said Ismail mengatakan, Festival Budaya Isen Mulang 2019 berlangsung selama enam hari, tanggal 17-22 Juni. Beragam kegiatan disajikan. Mulai dari karnaval budaya, aneka lomba dan atraksi, hingga Pemilihan Putra Puti Pariwisata Kalimantan Tengah.

"Isen Mulang adalah festival budaya yang mengangkat budaya-budaya di Kalimantan Tengah, khususnya khazanah kebudayaan Dayak yang tersebar di seluruh kabupaten/ kota di Kalteng," ujarnya.

Ketua Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty menjelaskan, Festival Isen Mulang merupakan event tahunan yang masuk CoE Nasional. Suksesnya kegiatan ini tentu tak luput dari dukungan semua elemen masyarakat.

"Kita berharap Festival Isen Mulang tahun depan lebih meriah dengan menampilkan seluruh budaya, kekayaan alam dan pariwisata Kalimantan Tengah. Sehingga dapat menarik minat wisatawan dari luar Kalteng dan wisman mancanegara untuk datang," ungkapnya.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung menambahkan, konten yang dihadirkan pada Festival Isen Mulang kemarin memang lengkap. Terutama ragam budaya suku Dayak. Keunikan yang tersaji jelas memiliki daya tarik bagi wisatawan.

"Atraksi yang ditampilkan sangat menarik dan membuat event ini berlangsung meriah. Dalam bahasa lokal, Isen Mulang berarti tidak pernah mundur. Ini merupakan moto Palangka Raya yang menggambarkan keberanian masyarakat setempat," terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Festival Isen Mulang menjadi momentum yang pas untuk membangkitkan industri pariwisata di Kalimantan Tengah. Kegiatan ini kental dengan nuansa budaya yang dikemas dengan standar nasional.

"Sukses untuk Kalimantan Tengah. Tentunya kita tidak boleh berpuas diri hanya sampai di sini. Sebab, membangun pariwisata harus dilakukan secara berkelanjutan dan terus menerus. Gali semua potensi yang ada dan kembangkan. Semakin banyak destinasi, maka semakin banyak wisatawan yang mengunjungi," tandasnya.

Sabtu, 04 Mei 2019

Resep Muffin Cokelat Simpel yang Nyokelat Banget


Ingin menyiapkan cemilan sore yang manis dan nyokelat? Bikin muffin cokelat saja. Pakai chocochip sebagai pemanis agar semakin terasa cokelatnya. Boleh juga dijadikan hantaran untuk orang sakit atau hadiah. Tinggal dibungkus dan dihias.

Berikut ini kami sajikan resep dan cara membuat muffin cokelat sederhana yang legit. Gunakan dark cooking chocolate yang bermutu baik agar rasa muffin prima.

Resep Muffin Cokelat

Bahan:

  • 300 gram tepung terigu protein rendah
  • 250 ml susu UHT
  • 100 gram gula pasir
  • 100 ml minyak goreng
  • 100 gram mentega yang dicairkan
  • 4 sendok makan dark cooking chocolate yang sudah dilelehkan
  • 2 butir telur ayam
  • 1 sendok teh baking powder
  • 1 sendok teh soda kue
  • chocochip secukupnya
  • paper cup untuk muffin atau cupcake

Cara membuat muffin cokelat:

  1. Ayak tepung terigu protein rendah bersama baking powder dan soda kue ke dalam baskom. Setelah itu buatlah lubang di tengah-tengahnya
  2. Kocok telur dan gula pasir dengan mixer sampai berwarna putih dan kaku. Kemudian masukkan ke tengah lubang di campuran tepung terigu dan baking powder tadi. Kocok kembali menggunakan mixer dengan kecepatan rendah. Matikan mixer.
  3. Masukkan minyak goreng, margarin yang sudah dicairkan, dark cooking chocolate yang sudah dilelehkan, dan susu UHT. Aduk rata secukupnya. Masukkan chocochip dan aduk lagi.
  4. Tuang adonan ke dalam paper cup hingga memenuhi 2/3 bagian. Panggang di dalam oven yang selama 35 menit.
  5. Tusuk dengan tusuk gigi untuk mengetahui apakah muffin sudah matang atau belum. Jika sudah tak ada adonan basah yang menempel pada tusuk gigi, berarti muffin sudah matang dan siap diangkat.

Sajikan muffin bersama teh atau kopi. Boleh juga dibungkus untuk hantaran.