Minggu, 21 Juli 2019

5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Jam Tangan Pria


Aksesoris tentu saja bisa menunjang penampilan kamu menjadi lebih stylish. Salah satu aksesoris yang lebih sering digunakan yaitu jam tangan. Jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangan tentu saja akan membuat kamu tampil lebih kece, apalagi jika dipadukan dengan tampilan casual. Aksesoris tidak hanya digunakan oleh wanita, tetapi juga pria. Oleh karena itu, kini banyak model jam tangan pria yang tersebar di berbagai pasaran dengan kelasnya masing-masing.

Pemilihan jam tangan tentu saja disesuaikan dengan selera masing-masing. Bagi kamu yang menggunakan jam tangan hanya sekedar untuk alat penunjuk waktu saat bepergian, maka jam tangan yang dipilih biasanya yang biasa saja dan berwarna netral yang bisa disesuaikan dengan semua jenis baju. Berbeda jika kamu merupakan pecinta atau kolektor jam, maka jam tangan pria yang dibeli pun bisa bermacam-macam warna dan bahannya, dengan merk ternama dan harga yang cukup fantastis pula. 

Meskipun begitu, kamu tetap harus memperhatikan beberapa hal saat akan membeli jam. Baik kamu seorang kolektor atau bukan, mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli jam sangat diperlukan. Hal ini ini karenakan jam tangan yang akan kamu pakai haruslah sesuai dengan yang diinginkan dan dibutuhkan. Jangan karena si A membeli jam tangan X, maka kamu pun ikut-ikutan untuk membelinya.

Pertimbangkan Saat Memilih Jam Tangan Pria
Oleh karena itu, simak beberapa pertimbangan saat memilih jam tangan pria berikut ini.

1. Merk
Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih jam tangan yaitu merk. Merk bisa disesuaikan dengan selera kamu. Jika kamu menyukai koleksi jam tangan branded, maka pilihlah jam tangan dengan merk ternama. Jam tangan yang bermerek tentu saja akan menaikan status sosial kamu. Selain itu merk yang ternama pun terkenal akan produknya yang berkualitas. Namun tentu saja harga yang ditawarkannya pun cukup fantastis.

Jika kamu bukan pecinta jam tangan, maka kamu bisa memilih merk yang biasa saja. Namun tetap perhatikan kualitasnya juga agar bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama.

2. Bahan atau material
Hal kedua yang harus kamu pertimbangkan yaitu bahan dan material dari jam itu sendiri. Agar lebih awet, biasanya jam tangan dibuat dari bahan logam atau metal. Bahan-bahan tersebut tentu saja lebih awet untuk sebuah jam tangan. Pastikan kamu memilih bahan yang berkualitas agar pemakaiannya tahan lama. Selain itu, kamu juga bisa memilih tali jam tangan yang berbahan kulit, tali, dan karet. Namu pastikan kamu memilih bahan tali jam yang berkualitas agar tidak mudah rusak.

3. Harga
Harga menjadi salah satu pertimbangan saat kamu memilih jam tangan. Pilihlah jam tangan dengan harga yang sesuai dengan budget. Jika kamu memiliki budget lebih, kamu boleh membeli jam tangan mahal dengan kualitas yang oke. Jika kamu memiliki budget pas-pasan, kamu bisa memilih jam tangan dengan harga yang standar. Namun pastikan kamu tidak membeli jam tangan dengan harga yang sangat murah karena biasanya jam tersebut tidak akan bertahan lama. 

Jadi, sebaiknya kamu menabung dulu untuk mendapatkan harga jam tangan yang bersahabat, namun memiliki kualitas yang tak kalah bagusnya.

4. Bobot
Bobot pada jam tangan pun perlu untuk dipertimbangkan. Jika kamu ingin memiliki jam yang ringan di tangan, pilihan jam tangan yang terbuat dari kayu, begitupun sebaliknya, jika kamu ingin terlihat lebih keren dan berkelas dengan bobot yang cukup berat, kamu bisa menggunakan jam tangan berbahan metal.

Itulah beberapa pertimbangan saat memilih jam tangan. Jika kamu ingin menambah koleksi jam tangan, segera kunjungi marketplace Blibli.com. Blibli.com menyediakan berbagai jam tangan pria dengan beragam jenis merk dan harga yang bersahabat. So, tunggu apalagi? Miliki jam tangan idamanmu hanya di Blibli.com

Senin, 08 Juli 2019

Kampung Sanan, Daya Tarik Wisatawan untuk Memburu Tempe di Malang


Malang Raya memiliki tujuan wisata yang komplit. Mulai dari destinasi sejarah yang kaya dengan warisan budaya, hingga wisata kuliner dan perkampungan tematik. Atas pertimbangan itu, Kemenpar mengangkat tema Pengembangan Wisata Perkotaan Malang Raya dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Hotel The 101 Malang OJ.

Bicara soal kuliner, ada satu kudapan yang khas dari daerah ini, yaitu keripik tempe. Sentra pembuatannya berada di Kampung Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Hampir setiap hari kampung ini ramai dikunjungi. Baik oleh wisatawan maupun para pemudik yang berburu camilan untuk oleh-oleh.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kemenpar, Vitria Ariani mengatakan, Kampung Tempe Sanan dihuni sekitar 2000-an kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, lebih kurang 95 persen di antaranya menggeluti usaha pengolahan tempe. Baik membuat tempe sebagai bahan dasar lauk pauk, maupun membuat kripik tempe siap santap.

Malang sendiri sebenarnya sudah menjelma menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Selain banyak destinasi yang bisa dikunjungi, di Malang juga sudah bertebaran outlet-outlet kue artis yang belakang mulai hits. Namun, eksistensi keripik tempe sebagai makanan rakyat tidak pernah tergerus dan tetap eksis hingga sekarang. Ini langsung untuk rakyat, dan spending ini dirasakan dan menetes hingga bawah. Salah satunya dari Kampung Sanan ini ujarnya.

Keramaian Kampung Tempe Sanan bisa terlihat saat musim liburan atau moment lebaran. Ini membuktikan bahwa produk khas daerah tetap menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan. Karenanya, sangat tepat jika pemerintah daerah, dalam hal ini Kota malang, turut membimbing masyarakat untuk terus berkreasi dalam mengolah tempe.

"Jadi, silahkan wisatawan untuk datang ke Malang dan datangi desa atau kampung-kampung yang sangat menarik dan natural. Salah satunya Kampung Sanan ini. Jika kita belanjakan uang kita di masyarakat kita ini, maka uangnya langsung ke rakyat, tidak ada kapitalis, langsung memakmurkan masyarakat kita,"kata wanita yang biasa Teh Ria itu.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adyani menambahkan, pariwisata selalu memberi dampak luas bagi masyarakat. Termasuk meningkatkan perekonomian warga. Salah satunya dengan menyediakan oleh-oleh makanan khas seperti yang terlihat di Kampung Tempe Sanan.

Kampung Tempe Sanan menjadi contoh sukses bagi daerah yang mengembangkan wisata perkotaan dan perdesaan. Banyak warga di sana yang sudah mandiri hanya dengan membuat tempe atau memproduksi keripik tempe. Omzet mereka pun bisa tembus puluhan bahkan ratusan juta dalam sebulan, ungkapnya.

Apalagi, beberapa produsen kripik tempe mulai mengikuti perkembangan teknologi dengan melakukan pemasaran secara online. Langkah tersebut membuat jangkauan penjualan semakin meluas dan tak kenal musim. Artinya, masyarakat tak hanya mengandalkan kunjungan wisatawan semata.

Kampung Tempe Sanan mulai memproduksi keripik tempe pada tahun 1970-an. Awalnya, warga memproduksi keripik karena banyak tempe yang tersisa saat dijual di pasar. Kini, warga tak hanya memproduksi keripik tempe. Tetapi juga menjual keripik buah. Seperti keripik buah salak, apel, nangka, bahkan buah semangka dan buah naga.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini menambahkan, pengembangan wisata perkotaan harus dilakukan di Indonesia. Apa yang dilakukan Kemenpar dalam FGD, antara lain untuk meningkatkan pengetahuan pelaku wisata dalam pengembangan destinasi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pariwisata adalah kunci pembangunan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Setidaknya ada beberapa alasan kenapa sektor pariwisata patut didorong perkembangannya. Pertama, dengan meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata di Indonesia, menjadikan pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor. Termasuk penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan infrastruktur.

Kedua, pariwisata telah mengalami ekspasi dan diversifikasi secara berkelanjutan. Sehingga menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar yang mengalami pertumbuhan tercepat di dunia. Hal ini dibuktikan bahwa meskipun negara-negara di dunia mengalami krisis global beberapa kali, namun jumlah orang yang melakukan perjalanan wisata di tingkat internasional menunjukkan pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun, ungkapnya.

Senin, 01 Juli 2019

Merasakan Kekuatan Budaya Dayak di Kelam Tourism Festival 2019


Bertandang di Kelam Tourism Festival 2019 sudah pasti seru. Apalagi bagi wisatawan yang hobi menelusuri kekayaan seni budaya. Betapa tidak, festival ini benar-benar mengeksplorasi kekayaan budaya Dayak Kalimantan. Ada Pekan Gawai Dayak Sintang 2019 yang merupakan bagian dari Kelam Tourism Festival 2019. Wisatawan pun dapat mengunjungi berbagai Rumah Betang yang tersebar di Kabupaten Sintang dalam festival yang digelar 8-14 Juli 2019 itu.

"Kebesaran budaya Suku Dayak sudah tak terbantahkan. Sebagai suku terbesar di Pulau Kalimantan, keberadaannya mampu memberikan warna yang luar biasa. Ini yang kita tampilkan sebagai salah satu atraksi yang menarik bagi wisatawan di Kelam Tourism Festival 2019," Kepala Dinas Disporapar Kabupaten Sintang, Hendrika.

Suguhannya dikonsep dengan matang. Rangkaiannya pun padat. Dari mulai lombat sumpit, lomba menumbuk padi, lomba tari dayak, hingga lomba melukis perisai. Bukan itu saja, berbagai kerajinan khas dayak pun di pamerkan di Pekan Gawai Dayak tersebut. Nah buat yang mau lebih dalam, wisatawan dapat langsung mengunjungi Rumah Betang Ensaid Panjang.

Mengunjungi Rumah Betang sudah pasti memberikan sensasi yang luar biasa. Para wisatawan dapat merasakan langsung kehidupan sehari-hari masyarakat Suku Dayak. Dari mulai berkebun, berburu, hingga menenun.

Bagi Hendrika, rumah tradisional Suku Dayak ini memberikan sebuah aura yang membuat betah setiap tamu yang datang.

"Berkunjung ke Rumah Betang sensasinya berbeda. Kita diajak merasakan bagaimana menjadi masyarakat Dayak. Mandi di sungai, ikut ke ladang, ikut memasak, dan itu memberikan pengalaman yang mengasikkan. Dan semunya terbungkus manis indahnya alam Borneo," ujar kadis wanita itu.

Terpisah, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung mengatakan, Kelam Tourism Festival jadi cara efektif memetakan potensi pariwisata Sintang. Apalagi Sintang sangat kaya dengan potensi budaya Suku Dayak yang kuat.

"Kalau kata Pak Menteri Arief Yahya bilang, budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. Karena budaya iti sangat disukai wisatawan, terutama wisatawan mancanegara," kata Adella.

Bagi Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono, Kelam Tourism Festival harus lebih digencarkan lagi media promosinya. Karena menurutnya, sebagus apapun event yang digelar tidaklah efektif jika tidak didukung dengan promosi yang baik.

"Targetnya harus membidik pangsa pasar yang lebih luas. Selain wisatawan mancanegara festival ini juga harus membidik wisatawan nusantara khususnya kaum milenial. Karena festival ini sangat pas dengan mereka. Dilain sisi mereka juga menjadi agen promosi yang baik bagi pariwisata Sintang. Kalau perlu didatangkan para influencer untuk memposting setiap kegiatan yang ada. Biar gaungnya makin wah lagi," kata Sapto.

Program ini pun mendapat apresiasi positif Menteri Pariwisata Arief Yahya. Festival ini makin mengangkat potensi tersembunyi pariwisata Indonesia. Sehingga nantinya dapat memberikan pilihan destinasi lebih luas lagi bagi para wisatawan.

"Indonesia itu bukan cuma Bali. Indonesia itu bukan cuma Jogja. Kekuatan alamnya sudah tak terbantahkan. Sedangkan kekuatan budayanya menjadi sebuah nilai tersendiri yang mengundang wisatawan datang. Contohnya kekayaan budaya Suku Dayak di Sintang ini," ujar Menpar Arief Yahya.